Lompat ke konten

TBBR Kapuas Hulu Perkuat Kapasitas Pengurus untuk Wujudkan Organisasi yang Profesional dan Tangguh

TBBR News, KAPUAS HULU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Seminar dan Pelatihan Kepemimpinan, Tata Kelola Organisasi serta Evaluasi Program Kerja DPD TBBR Kabupaten Kapuas Hulu 2025 – 2026 sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas pengurus guna mewujudkan organisasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan di era perubahan.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Misi Deosoli, Kecamatan Putussibau Selatan, Sabtu (28/6), dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau, yang hadir mewakili Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan.

Seminar dan pelatihan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Wakapolres Kapuas Hulu, perwakilan TNI, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan lintas etnis dan agama di Kabupaten Kapuas Hulu.

Peserta kegiatan berjumlah 69 orang, yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Dewan Pengurus Ranting (DPR) atau pengurus kecamatan se-Kabupaten Kapuas Hulu, serta para pemegang gelar adat atau Pegelar Adat di lingkungan TBBR.

Ketua DPD TBBR Kapuas Hulu, Melki Belulux, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam tubuh organisasi sekaligus menyamakan visi seluruh jajaran kepengurusan.

“Kami ingin membangun organisasi yang semakin kuat, solid, dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri, nilai-nilai budaya, serta prinsip-prinsip organisasi yang selama ini menjadi fondasi TBBR,” ujarnya.

Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta penyusunan dan evaluasi program kerja secara partisipatif.

Salah satu narasumber, Kepala Biro Humas DPP TBBR, Moses Thomas, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengurus merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap organisasi yang ingin tumbuh, berkembang, dan tetap eksis di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Menurutnya, perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta meningkatnya tuntutan publik mengharuskan setiap pengurus organisasi memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, pola pikir terbuka, dan tata kelola organisasi yang profesional.

“Pengurus TBBR harus siap menyongsong perubahan. Organisasi yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal. Karena itu, para pengurus harus terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kompetensi kepemimpinan, memahami tata kelola organisasi yang baik, serta membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel,” kata Moses.

Ia menambahkan bahwa adat dan budaya merupakan identitas sekaligus jati diri masyarakat Dayak yang harus terus dijaga, dipelihara, dan dilestarikan di tengah arus modernisasi.

“Adat dan budaya adalah identitas dan jati diri kita yang tidak boleh hilang oleh perkembangan zaman. Organisasi harus terus berkembang, kapasitas pengurus harus terus diasah dan ditingkatkan agar mampu menghadapi perubahan, namun nilai-nilai adat dan budaya tetap menjadi roh yang menuntun setiap langkah organisasi. Dengan demikian, TBBR akan tetap eksis, relevan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Moses juga menekankan bahwa investasi terbesar sebuah organisasi bukan terletak pada aset fisik, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya.

“Ketika pengurus memiliki kapasitas yang baik, organisasi akan tumbuh semakin kuat, dipercaya masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP TBBR, Amandus Yonatan, S.Pd., M.Pd., Gr., yang juga menjadi narasumber, menekankan pentingnya membangun organisasi yang kolaboratif melalui sinergi dengan berbagai pihak.

Menurut Amandus, tantangan organisasi saat ini tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama yang kuat dengan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, maupun berbagai elemen strategis lainnya.

“Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu membangun kolaborasi dan kemitraan yang sehat. TBBR harus terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh komponen masyarakat agar keberadaan organisasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pemerintah daerah mendukung keberadaan organisasi kemasyarakatan yang menjalankan program-program sejalan dengan agenda pembangunan daerah.

Ia juga mendorong TBBR agar terus menjaga nilai-nilai positif organisasi, memperkuat persatuan, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat, kita dapat bersama-sama mewujudkan Kapuas Hulu yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” kata Ambrosius.

Melalui seminar dan pelatihan tersebut, TBBR Kapuas Hulu diharapkan mampu melahirkan pengurus yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, tata kelola organisasi yang baik, serta mampu membawa organisasi tumbuh semakin profesional, modern, adaptif, dan berdaya saing di masa mendatang.

Biro Humas DPP TBBR

Translate »