Lompat ke konten

Seruan dan Pesan Moral Natal Kepala Biro Humas DPP TBBR

Pontianak, 25 Desember 2025 — Perayaan Natal Tahun 2025 kembali ditegaskan bukan sekadar seremoni cahaya lilin dan kemeriahan lagu pujian, melainkan peringatan iman yang mendalam tentang keberpihakan Allah kepada mereka yang kecil, tertindas, dan terpinggirkan. Kelahiran Yesus Kristus di palungan bukan di istana, menjadi simbol kuat bahwa Allah hadir di tengah keluarga sederhana yang hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian, penindasan, dan ketidakadilan struktural.


Natal mengajarkan bahwa keluarga adalah ruang pertama dan utama di mana keselamatan Allah dinyatakan. Di dalam keluarga, iman ditanamkan, keberanian dibentuk, nilai-nilai kehidupan diwariskan, serta martabat manusia dijaga. Keluarga menjadi tempat harapan tetap bertumbuh, bahkan ketika hidup dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, tekanan kekuasaan, dan ancaman kehilangan ruang hidup.

Dalam konteks Indonesia hari ini, DPP TBBR menyoroti realitas pahit yang masih dialami banyak keluarga masyarakat adat. Perampasan tanah atas nama investasi, pembabatan hutan demi pembangunan, serta pengabaian hukum adat oleh kepentingan modal telah membuat banyak keluarga adat kehilangan tanah leluhur, sumber penghidupan, dan masa depan generasi mereka.

Kepala Biro Humas DPP TBBR, Moses Thomas, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pesan Natal harus dibaca secara jujur dan berpihak. “Natal adalah peringatan iman yang menegaskan bahwa Allah tidak pernah netral terhadap ketidakadilan. Ketika tanah adat dirampas dan hutan dihancurkan, yang sesungguhnya terluka adalah keluarga-keluarga. Anak-anak kehilangan masa depan, orang tua kehilangan martabat, dan adat kehilangan ruang hidupnya,” tegas Moses Thomas.

Ia menambahkan bahwa membela masyarakat adat bukanlah tindakan politik praktis, melainkan panggilan iman dan kemanusiaan. “Membela masyarakat adat berarti menjaga keluarga, merawat kehidupan lintas generasi, dan melindungi ciptaan Tuhan. Natal mengajarkan kita bahwa diam terhadap ketidakadilan bukanlah iman, dan takut bersuara bukanlah damai,” lanjutnya.

Natal 2025 menjadi seruan moral agar setiap keluarga berani berdiri di pihak kebenaran—mendidik anak-anak untuk berpihak pada yang lemah, menolak segala bentuk kekerasan yang dibungkus legalitas, serta tidak tunduk pada uang dan kuasa yang merusak kehidupan.
DPP TBBR mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan terang Natal sebagai api keberanian untuk terus bersuara, menjaga nurani, serta setia memperjuangkan keadilan sosial dan ekologis, demi masa depan keluarga dan generasi yang akan datang.

Selamat Natal Tahun 2025
Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga

Tag:
Translate »